PD DMI Kabupaten Probolinggo Kukuhkan Pengurus Cabang Maron dan Gading, Usung Visi Masjid “MADADA”

Probolinggo, 12 Januari 2026 Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat struktur organisasinya hingga tingkat kecamatan. Pada Senin (12/1/2026), PD DMI resmi mengukuhkan jajaran Pengurus Cabang (PC) DMI untuk dua wilayah strategis, yakni Kecamatan Maron dan Kecamatan Gading. Pengukuhan ini menandai dimulainya masa khidmat 2025–2030 bagi para pengurus yang baru dilantik.

Dua Lokasi dalam Satu Rangkaian Khidmat Rangkaian acara diawali di wilayah Kecamatan Maron, bertempat di Masjid Besar Baiturrahman. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB tersebut berjalan dengan penuh khidmat, dihadiri oleh tokoh agama, pengurus takmir masjid, serta jajaran pengurus harian PD DMI Kabupaten Probolinggo.

Setelah menyelesaikan agenda di Maron, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Gading untuk melaksanakan prosesi pengukuhan serupa. Di lokasi kedua ini, hadir langsung Camat Gading beserta unsur pimpinan kecamatan lainnya. Kehadiran pejabat pemerintah setempat ini mempertegas adanya sinergi yang kuat antara ulama, pengelola masjid, dan pemerintah dalam upaya membangun masyarakat melalui basis rumah ibadah.

Mengusung Visi “MADADA”: Berdaya dan Berdampak Dalam sambutan dan arahannya, Ketua PD DMI Kabupaten Probolinggo memaparkan visi besar yang harus diemban oleh pengurus baru, yakni visi MADADA singkatan dari Berdaya dan Berdampak.

“Visi MADADA ini merupakan peta jalan bagi masjid-masjid kita. Masjid yang Berdaya berarti memiliki kemandirian dalam manajemen atau idarah, kemakmuran dalam imarah atau kegiatan ibadah, serta terpelihara secara ri’ayah atau fisik bangunan. Masjid harus terorganisir, ramai jamaah, dan memiliki sistem yang sehat,” tegasnya di hadapan para pengurus.

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan dalam sesi pembinaan takmir adalah mengenai kemandirian finansial. PD DMI menekankan bahwa untuk mewujudkan masjid yang ideal, diperlukan dukungan pendanaan yang memadai. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kesadaran berinfak jamaah masih menjadi tantangan besar.

Dalam audionya, dipaparkan sebuah ilustrasi nyata di mana sebuah masjid dengan kapasitas sekitar 400 jamaah, namun perolehan kotak amal per Jumat hanya berkisar di angka Rp300.000. Kondisi ini dinilai sangat minim jika dibandingkan dengan beban operasional masjid yang terus meningkat, mulai dari biaya listrik, air, perawatan bangunan, hingga pemberian bisyaroh atau insentif yang layak bagi Imam, Khatib, dan petugas kebersihan masjid.

“Kita ingin memuliakan masjid, maka kita juga harus memuliakan orang-orang yang berkhidmat di dalamnya. Inilah tugas PC DMI, yaitu memberikan edukasi kepada jamaah dan mendampingi takmir agar manajemen keuangan masjid semakin profesional,” tambah Ketua DMI.

Sinergi Menuju Pengelolaan 1.300 Masjid dengan populasi mencapai kurang lebih 1.300 masjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo, DMI menyadari bahwa tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri. Oleh karena itu, pengukuhan PC DMI di tingkat kecamatan diharapkan menjadi perpanjangan tangan yang efektif untuk “meladeni” kebutuhan masjid-masjid di desa-desa.

DMI juga berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, baik dengan Bupati maupun Wakil Bupati, serta jajaran Forkopimcam di tiap wilayah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masjid benar-benar kembali pada fungsinya sebagai pusat peradaban umat yang mampu membawa kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh masyarakat Probolinggo.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan koordinasi teknis mengenai program kerja perdana yang akan segera dilaksanakan oleh pengurus PC DMI Maron dan Gading dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *